Mengapa Penduduk Lulusan Perguruan Tinggi dari Wonogiri Memilih Merantau?
Secara struktural, Kabupaten Wonogiri merupakan daerah pertanian. Lapangan kerja di Wonogiri didominasi bidang pertanian, dengan pekerjanya kebanyakan merupakan lulusan Sekolah Dasar (SD).
Penduduk dengan tingkat pendidikan menengah banyak bekerja di industri manufaktur, seperti tenaga produksi di pabrik garmen yang tersebar di beberapa kecamatan di Wonogiri.
Sektor pertanian dan industri di Wonogiri tidak membutuhkan kualifikasi tenaga kerja dengan lulusan perguruan tinggi. Kebanyakan membutuhkan kualifikasi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Dampaknya, lulusan perguruan tinggi kesulitan mencari kerja di Wonogiri. Lowongan pekerjaan untuk pendidikan D3/S1 yang terdata dari 2023 hingga pertengahan 2025 di angka 227, sementara angkatan kerja untuk tingkat pendidikan tersebut sejumlah 96.916 penduduk.
UMK (Upah Minumum Kabupaten/Kota) Wonogiri cukup rendah. Batas upah minimum di Wonogiri bahkan menempati kedua terbawah se-Indonesia yakni sekitar Rp 2 jutaan.
Angka tersebut tidak memenuhi ekspektasi standar pendapatan gaji dengan kualifikasi lulusan perguruan tinggi agar hidup layak. Sehingga lulusan perguruan tinggi memilih bekerja ke kota besar yang menawarkan gaji dengan angka lebih tinggi.
Sumber : LPM Mayantara/Wulan Eka Handayani



Komentar
Posting Komentar